Senin, 22 Februari 2010

Resensi Bahasa Indonesia - Dari Ave Maria Ke Jalan Lain Ke Roma

Diposkan oleh My Notes di 02.45
Dari Ave Maria Ke Jalan Lain Ke Roma


Judul Buku : Dari Ave Maria Ke Jalan Lain Ke Roma

No. ISBN : 9794072184

Penulis : Idrus

Penerbit : Balai Pustaka

Tahun Terbit :1990

Jumlah Halaman : 172 Halaman

Kategori : Jurnal Sastra

Bahasa : Indonesia


Buku ini berisikan sekumpulan cerita yang tidak saling berhubungan tetapi memiliki setting yang sama, yaitu masa perjuangan Indonesia yang berkisar sekitar pendudukan Jepang sampai kedatangan Sekutu. Judul cerita pertama adalah 'Ave Maria' dan judul cerita terakhir adalah 'Jalan Lain ke Roma’, dan dikarang oleh Idrus, salah satu pengarang seangkatan Chairil Anwar.


Ada salah satu cerita berjudul Kota-Harmoni, dimana disitu diceritakan seorang kakek tua yang terinjak kakinya dalan serangkai trem. Kakek itu bertanya apakah orang menginjaknya itu tentara, atau keluarga tentara, yang diungkapkan dengan rentetan pertanyaan yang tak ada habisnya, sampai-sampai yang membacanya bisa mengelus dada.


Selain itu ada juga cerita tentang seorang guru bernama Open. Dari cerita ini bisa dipetik pelajaran tentang keharusan setiap orang untuk berlaku jujur. Akan tetapi jujur disini bukan berarti orang tersebut harus menceritakan semua hal tentang dirinya sendri, apalagi kepada orang yang istilahnya tidak berkepentingan dengan orang itu, ataupun hal yang diceritakan bukan merupakan hal yang penting untuk diceritakan. Akibatnya ya orang itu celaka sendiri akibat perbuatan dan ucapannya sendiri.

Keunggulan dari buku ini adalah bahasanya yang mudah dipahami, dengan cerita yang begitu kaya akan semangat nasionalisme dan makna, pelajaran bagi kehidupan. Apalagi ketika kita membaca buku ini, kita akan merasa seolah-olah kita sedang mengalami perjalanan pada masa pemerinahan Jepang masih berkuasa di Indonesia. Selain itu, buku ini juga imajinatif, mengajak para pembaca juga ikut membayangkan apa yang tertulis di buku ini, seolah-olah isi yang berada di buku ini merupakan sesuatu yang hidup dan benar-benar terjadi.


Kekurangan buku ini adalah terdapatnya kata-kata yang sulit saya pahami maknanya, dan mungkin agak terkesan seperti bahasa Melayu. Disamping itu, kita yang membaca juga sulit menebak apa yang dipirkan pengarang hingga menulis berbagai macam cerita dengan isi yang berbeda-beda meskipun tidak saling berhubungan ceritanya.

By : Karina Pearlaura Vadra

0 komentar:

Poskan Komentar

 

Karina Pearlaura Vadra Copyright © 2010 Designed by Ipietoon Blogger Template Sponsored by Emocutez